7 Rekomendasi Wisata di Sikka yang Bisa Dikunjungi Saat New Normal

Keterangan Gambar : pemandangan dari atas bukit batu purba kojadoi


Video Terkait:

MAUMERE - Kabupaten Sikka memiliki beragam objek wisata baik objek wisata alam, budaya maupun sejarah yang patut untuk dikunjungi.

Paska pemberlakuan new normal di Provinsi NTT, 15 Juni 2020 lalu, ada beberapa rekomendasi spot wisata di Kota Maumere dan sekitarnya, yang bisa kamu kunjungi. Simak ulasan di bawah ini!

  • Tanjung Kajuwulu

Objek wisata Tanjung Kajuwulu. Foto: Riky Saba.

zoom-in-whitePerbesar

Objek wisata Tanjung Kajuwulu. Foto: Riky Saba.

Objek wisata Tanjung Kajuwulu merupakan salah satu destinasi populer bagi warga Kota Maumere maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sikka. Objek wisata ini menghadirkan pemandangan eksotis dan memukau berupa hamparan bukit dan lautan.

Jika dari Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, anda tinggal berkendara kurang lebih 30 menit untuk mencapai destinasi yang berada di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda.

Saat yang paling tepat untuk menikmati keindahan di Tanjung Kajuwulu adalah pada saat matahari terbit dan terbenam. Fajar yang merekah pada pagi hari dan terbenam pada senja, senantiasa menghadirkan ketenteraman hati jika berada di Tanjung Kajuwulu.

  • Pantai Wairterang

Objek wisata Pantai Wairterang. Foto: Mario WP Sina.

zoom-in-whitePerbesar

Objek wisata Pantai Wairterang. Foto: Mario WP Sina.

Pantai Wairterang menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi saat akhir pekan. Pantai yang berjarak 20 Km dari Kota Maumere ini menawarkan keindahan matahari terbenam sehingga sangat cocok untuk melepaskan kepenatan setelah seharian bekerja.

Anda bisa menghabiskan waktu untuk berenang di pesisir pantai yang berpasir hitam atau sekedar beristirahat di bawah pohon rindang yang banyak tumbuh di pesisir pantai.

Banyak wisatawan yang datang ke pantai ini untuk berburu senja. Mereka menanti sang mentari terbenam di ufuk barat Teluk Maumere untuk diabadikan.

Pada objek wisata ini juga sudah tersedia lapak - lapak kuliner yang menyediakan makanan kecil, jika saat berkunjung, anda tidak sempat membawa bekal.

ADVERTISEMENT

  • Bukit Batu Purba dan Jembatan Batu Koja Doi

Pesona matahari terbit dari atas Bukit Batu Purba, Desa Koja Doi. Foto: Mario WP Sina.

zoom-in-whitePerbesar

Pesona matahari terbit dari atas Bukit Batu Purba, Desa Koja Doi. Foto: Mario WP Sina.

Bukit Batu Purba dan Jembatan Batu di atas air laut di Pulau Koja Doi, Desa Koja Doi, yang berada di depan Kota Maumere, merupakan salah satu destinasi yang ramai dikunjungi baik wisatawan lokal maupun manca negara jika datang ke Kabupaten Sikka.

Untuk menuju ke objek wisata ini, anda bisa melalui Pelabuhan Penyeberangan Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, yang berjarak kurang lebih 35 kilometer ke arah timur Kota Maumere atau dengan menumpang perahu motor kecil di Kampung Mage Ramut, Desa persiapan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete.

Di pulau mungil ini, anda bisa menyaksikan matahari terbit dan juga matahari terbenam dari atas Bukit Batu Purba yang berada dekat perkampung padat penduduk Koja Doi.

Ada banyak spot foto yang instagramble di Bukit Batu Purba ini. Jika puas berfoto, anda tinggal menuruni anak tangga menuju Jembatan Batu di atas air laut yang berjarak sepelemparan batu dari Bukit Batu Purba.

Jembatan Batu menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berfoto. Di Desa Koja Doi, anda juga bisa berwisata menyelam atau sekedar menikmati keindahan dalam laut Teluk Maumere dari atas kapal berlantai kaca yang disewakan oleh penduduk setempat.

  • Gunung Egon

Wisatawan lokal saat berada di puncak Gunung Egon. Foto: istimewa.

zoom-in-whitePerbesar

Wisatawan lokal saat berada di puncak Gunung Egon. Foto: istimewa.

Bagi anda yang gemar memacu adrenalin dengan berpetualang ke alam, wisata pendakian ke Gunung Egon patut untuk dicoba. Pasca pemberlakuan new normal di NTT, objek wisata pendakian ke Gunung Egon sudah dibuka untuk umum.

Om Kumis Tatois, salah seorang Guide Treking, kepada florespedia mengungkapkan, pasca new normal, dirinya sudah mulai mengantar wisatawan lokal yang hendak mendaki ke puncak Gunung Egon.

Menurutnya, Gunung Egon dengan tinggi 1.703 meter dari permukaan laut ini berangsur - angsur sudah dikunjungi wisatawan walaupun dengan jumlah yang terbatas.

Untuk dapat mendaki ke Gunung Egon, anda tinggal berkendara dari Kota Maumere menuju ke Desa Egon tepatnya di titik pendakian Andalan. Spot pendakian ini populer sebagai titik pendakian utama ke Gunung Egon.

Ada baiknya anda menghubungi Guide Treking lokal untuk menjadi pemandu wisata anda mendaki menuju puncak Gunung Egon.

  • Pemandian Air Panas Blidit

Wisatawan asing saat berendam di Pemandian Air Panas Blidit. Foto: istimewa.

zoom-in-whitePerbesar

Wisatawan asing saat berendam di Pemandian Air Panas Blidit. Foto: istimewa.

Objek wisata pemandian air panas Blidit berada di kawasan Hutan Lindung Egon Ilin Medo tepatnya di bawah lembah Gunung Egon di Kampung Blidit, Desa persiapan Egon Buluk, Kecamatan Waigete.

Untuk mengunjungi objek wisata ini, Anda tinggal berkendara 25 menit ke arah timur Kota Maumere. Saat tiba di pertigaan Jalan Negara, Desa Egon, ada papan penunjuk jalan yang mengarahkan ke lokasi wisata pemandian air panas di Kampung Blidit. Dari pertigaan Jalan Negara hingga ruas jalan Kabupaten Waigete-Galit sepanjang 7 kilometer sudah beraspal bagus.

Objek wisata ini menawarkan ketenangan suasana alam yang sejuk karena dipenuhi dengan pepohonan tinggi khas lereng pegunungan.

Pemandian Air Panas Blidit berbentuk sebuah kolam yang bisa menampung puluhan orang. Kolam ini dibuat dari susunan batu kali yang disusun bertingkat membendung aliran air yang tercampur, baik berupa aliran air panas maupun aliran air dingin yang bersisian.

Berendam di Pemandian Air Panas Blidit ini akan membuat tubuh terasa segar. Pohon-pohon rimbun memayungi kolam pemandian, serta gemericik air memenuhi udara bersama suara burung-burung, membuat tempat ini sungguh tepat untuk bersantai.

  • Situs Jong Dobo

Salah seroang wisatawan lokal bersama juru kunci Jong Dobo, Sergius Moa di situs wisata Jong Dobo. Foto: Akun FB Heri Siswadi.

zoom-in-whitePerbesar

Salah seroang wisatawan lokal bersama juru kunci Jong Dobo, Sergius Moa di situs wisata Jong Dobo. Foto: Akun FB Heri Siswadi.

Jong Dobo merupakan artefak berbentuk perahu mini yang terbuat dari tembaga dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 12 cm dan tinggi 25 cm.

Situs Jong Dobo berada di Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante. Berdasarkan cerita lisan yang disampaikan oleh penjaga situs Jong Dobo, mitos Jong Dobo berawal dari kutukan setelah melanggar perjanjian.

Perjanjian dimaksud adalah imbauan agar segera meninggalkan "Kampung Dobo" sebelum fajar menyingsing. Perjanjian ini tidak diindahkan dan akhirnya kapal ini berubah menjadi miniatur terkena kutukan.

Kapal berbentuk tembaga ini dijaga oleh seorang juru kunci bernama Sergius Moa.

Kapal miniatur ini tersimpan di dalam kawasan hutan kecil di area objek wisata Situs Jong Dobo. Bagi anda yang minat akan sejarah, objek wisata ini layak untuk dikunjungi.

  • Bukit Nangarasong

Pengunjung berfoto dengan latar padang hijau di Bukit Nangarasong. Foto: Riky Saba.

zoom-in-whitePerbesar

Pengunjung berfoto dengan latar padang hijau di Bukit Nangarasong. Foto: Riky Saba.

Bukit Nangarasong adalah salah satu spot yang ramai dikunjungi oleh kaum milenial Kota Maumere. Bukit ini terletak di Kampung Nangarasong, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda. Perjalanan dari Kota Maumere menuju Bukit Nangarasong menyusuri Jalan Tran Utara Flores kurang lebih 45 menit.

Bukit Nangarasong adalah hamparan bebukitan dengan bentangan padang pengembalaan kawanan ternak sapi dan kuda warga setempat.

Pada punggung bukit yang berlekuk ini, kita dapat menyaksikan panorama alam yang indah. Baik berupa hamparan persawahan Nangarasong, bukit yang berlekuk-lekuk, serta Lembah Nangarasong dengan pepohonan yang menghijau dari atas bukit yang tampak gersang di musim kemarau ini.

Banyak kaum milenial Kota Maumere yang berkunjung ke Bukit Nangarasong untuk sekedar berfoto dengan latar padang luas nan hijau atau duduk di bebatuan cadas sambil menunggu datangnya senja di sore hari.

Sumber berita: https://kumparan.com/florespedia/7-rekomendasi-wisata-di-sikka-yang-bisa-dikunjungi-saat-new-normal-1tfXEfs5B65/full

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka
Mauritius Minggo, S.T, M.T

BANNER

Peta Pariwisata SikkaInfo DisparbudWebsite Kab.Sikka

POLLING

Jajak Pendapat Contoh
  Saya
  Dia
  Kamu
  Kita